google-site-verification: google99d00c1a52e95c01.html Dusun Kasuran : Anti Tidur Di Kasur - Dunia Imajinasi dan Inspirasi

Dusun Kasuran : Anti Tidur Di Kasur



Tim BIAS seusai wawancara dgn Ibu Wartilah

Warga dusun Kasuran tidur tanpa kasur sejak 600 tahun yang lalu. Kebiasaan ratusan tahun ini ternyata sudah menjadi sebuah hal biasa. Alasan warga dusun Kasuran tidak tidur di kasur karena ada suatu kepercayaan dari nenek moyang mereka yang melarang tidur di kasur. Barangsiapa yang tidur memakai kasur akan mengalami kejadian buruk. Salah satunya yang dialami oleh mahasiswa UII saat KKN di desa kasuran. Mereka melanggar aturan adat di desa kasuran, akhirnya malamnya, tiga mahasiswa tersebut langsung kesurupan seketika.
Wartawati Tabloid BIAS memutuskan bertemu Dusun Kasuran yang berada di Margodadi, kecamatan Sayegan ini dulunya dusun Jaron. Ibu Wartilah, itulah nama Dukuh yang kita temui. Kami sengaja mengorek dan memastikan tentang kepercayaan adat yang beredar saat ini. Beliau menuturkan bahwa sejarah munculnya mitos ini berawal dari kedatangan Kanjeng Sunan Kalijaga ketika datang di dusun Jaron, tepatnya sekitar 600 tahun yang lalu.
Kedatangan Kanjeng Sunan ke dusun Jaron dalam rangka penyebaran agama Islam. Kanjeng Sunan Kalijogo tinggal beberapa waktu, cukup lama di rumah Dhejali. Kanjeng sunan meminta agar disediakan kasur dan guling sebagai tempat tidur selama istirahat di dusun. Waktu itu mayoritas masih beragama Hindu dan Budha. Kedatangan Kanjeng Sunan pun akirnya menyebar. Soncodalu adalah sosok orang yang tidak suka akan kedatangan Kanjeng Sunan, akirnya Soncodalu pun mengirimkan santet kepada Kanjeng Sunan. Dimana santet tersebut mengenai kasur dan guling yang digunakan tidur Kanjeng Sunan. Akibat santet tersebut, Kanjeng Sunan merasakan tidak enak badan, dan gregas-greges.

Seiring berkembangnya waktu, Soncodalu bertanya dan heran kepada Kanjeng Sunan yang tetap memperlakukan Soncodalu dengan baik meskipun dirinya sudah melukainya. Akir cerita penuturan Wartinah kepada Wartawati Tabloid BIAS “Akirnya Soncodalupun masuk islam karena Kanjeng Sunan tidak melawan, membalas, malah disadarkan”. Tambahnya.
Wartinah sebagai kepala dukuh selama 32 tahun ini kembali memaparkan sejarah asalmu asal tentang kepercayaan kasuran yang tidak boleh memakai kasur. "Di akir dakwah Kanjeng Sunan Kalijaga usai, beliau berpesan kepada Dejali agar tidak menggunakan kasur dan guling yang Kanjeng Sunan gunakan selama ini", paparnya. Dejalipun menceritakan pesan dari Kanjeng sunan tersebut ke warga-warga sekitar agar tidak boleh menggunakan kasur setiap kali tidur, “Padahal waktu itu yang dimaksud hanya kasur dan guling yang digunakan oleh Kanjeng Suna saja. Tetapi anehnya setelah kabar itu menyebar, berlaku untuk semua kasur di tempat-tempat warga Jaron pada saat itu. Disinilah awal mulanya, semua warga mulai tidak berani menggunakan kasur setiap tidur”, paparnya panjang lebar kepada Wartawati BIAS.
“Sebenarnya dusun kasuran itu bersal dari kasoran. Pesannya bagi para pendatang yang masuk kekampung ini harus mengikuti aturan adat di dusun kasuran mbak!” jawab kepala dusun yang kini berusia 51 tahun ketika ditanya wartawati BIAS mengenai arti nama dusun kasuran dan harapannya ketika dusun ini mulai banyak yang penasaran dengan kepercayaan ini.
Adapun beberapa kejadian nyata yang pernah terjadi di dusun kasuran. Selain kejadian mahasiswa dari UII yang kesurupan ketika tidur di kasur, dan beberapa kejadian lain seperti ada yang muntah darah, dan gila. Belum lama di ketika salah satu stasiun televisi nasional mencoba mengambil gambar makam Ky. Kasur tiba-tiba kamera tersebut terbakar. Kejadian ini dibenarkan oleh ibu Wartilah kepada Wartawati BIAS, “Emang benar kalo itu mbak, sebenarnya mereka sudah saya peringatkan untuk tidak mengambil gambar di pemakamannya langsung, yang diperbolehkan itu ketika memotret gerbang depan makam saja. Tetapi mereka tidak percaya” tambahnya di akir wawancara. (Elisa &Finta, Tabloid BIAS 2013)
Dusun Kasuran : Anti Tidur Di Kasur Dusun Kasuran : Anti Tidur Di Kasur Reviewed by Elisa ELisa on Thursday, August 21, 2014 Rating: 5

No comments:

Sahabat

Powered by Blogger.