Menemukan Cahaya dalam Perjalanan: Refleksi dan Fadhilah Surah Al-Isrā


Ketika kita membaca nama “Al-Isrāʼ”, yang berarti “perjalanan malam”, kita teringat akan sebuah kisah agung — perjalanan mulia yang mengubah sejarah dan menggugah iman. Surah ini bukan sekadar narasi peristiwa, melainkan lembaran penuh makna yang mengajak setiap pembaca untuk merenungi sendiri keberadaan, tanggung-jawab, dan arah hidupnya. Dengan membaca surah ini secara penuh penghayatan, kita diajak memasuki ruang pemahaman yang luas — tentang tauhid, keadilan, adab, serta kenyataan bahwa manusia diberi pilihan dan akan dipertanggungjawabkan.

Surah Al-Isrāʼ terdiri dari 111 ayat, dan termasuk golongan Makkiyah, yang diturunkan ketika umat Islam berada dalam kondisi penuh tekanan dan tantangan. Di dalamnya terkandung kisah tentang kaum Bani Israil, perjalanan Nabi Muammad dalam Isra’ dan Mi’raj, serta sejumlah perintah hidup yang membentuk etika sosial dan spiritual. Semua itu membentuk peta hidup bagi pembaca agar tidak terjebak dalam rutinitas banal, namun menjalani hidup dengan makna yang mendalam.

Perjalanan Menuju Cahaya

a. Perjalanan Malam yang Luar Biasa

Ayat pertama surah ini membuka dengan kalimat suci:

“Maha Suci Dia yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Al-Aqsa…” (QS Al-Isrāʼ 1).
Kalimat ini tidak sekadar menuturkan sebuah mukjizat, tetapi juga simbol bahwa perjalanan iman manusia bisa menembus batas ruang dan waktu — bahwa Allah meneguhkan Rasul-Nya di tengah malam yang sunyi untuk menunjukkan bahwa “jalan” menuju-Nya tidak selalu terbatas oleh manusia. Dengan begitu, kita diingatkan bahwa setiap manusia punya ruang malamnya sendiri — saat refleksi, saat ketenangan, saat dekat dengan Allah.

b. Tata Nilai Sosial dan Etika Hidup

Surah Al-Isrāʼ memuat banyak ayat mengenai adab dan etikett sosial: berbakti kepada orang tua, menjaga amanah, tidak berbuat kerusakan di bumi, memperhatikan hak-hak sesama. Misalnya, ayat 23-24 mengingatkan tentang sikap terhadap orang tua:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu…” (QS Al-Isrāʼ 23-24)
Pesan ini menjadikan Surah Al-Isrāʼ sebagai pedoman yang tidak hanya spiritual tapi juga sosial, menghubungkan hubungan individu dengan Allah dan dengan sesama manusia.

c. Hari Akhir dan Pertanggungjawaban

Surah ini juga menegaskan bahwa kehidupan ini bukan tanpa arah. Manusia akan diperhitungkan atas perbuatannya. Ayat 7 misalnya menyebut:

“Jika kamu berbuat baik, maka (kebaikan itu) untuk dirimu sendiri; dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan itu) menimpa dirimu sendiri….” (QS Al-Isrāʼ 7)
Dengan demikian, surah ini menanamkan kesadaran bahwa pilihan kita—baik buruk—akan kembali kepada diri kita sendiri. Tidak akan ada yang rentang hukumnya: semua akan memperoleh balasan atas konsekuensinya.

d. Keutamaan Al-Qur’an sebagai Petunjuk

Di dalam surah ini tercantum bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk, rahmat, dan obat bagi yang beriman. Ini menempatkan Quran bukan sekadar kitab yang dibaca, tetapi kitab yang hidup dan memberi arah. Dengan demikian, tersebar pesan bahwa membaca surah ini dengan kesadaran dapat membuka mata hati, bukan hanya telinga.

Fadhilah Membaca Surat Al-Isrāʼ

Dalam berbagai literatur dakwah dan kajian Islam, Surah Al-Isrāʼ disebut memiliki keutamaan yang bisa diraih oleh pembaca yang menghayatinya.

·         Sebagai wirid malam dan penenang hati

Menurut satu artikel, surah ini disunnahkan untuk dibaca sebelum tidur karena dapat memberikan ketenangan dan menjauhkan dari kecemasan hati.
Dengan kondisi zaman yang penuh distraksi, membaca Surah Al-Isrāʼ menjadi momen untuk kembali ke inti iman: bahwa Allah Maha Mendengar, Allah Maha Melihat, bahkan di malam yang sunyi.

·         Petunjuk hidup yang saling terkait

Banyak sumber menyebut bahwa surah ini memuat tema keadilan sosial, tauhid, dan akhlak mulia dalam satu rangkaian. Membacanya secara penuh memungkinkan seseorang memahami bahwa iman bukan hanya ritual, tetapi sikap dan perilaku yang membumi.
Dengan demikian, keutamaan surah ini bukan hanya karena jumlah ayat atau “keistimewaan malam”, tetapi karena ia memberi kerangka hidup yang lengkap.

·         Inspirasi untuk berdakwah & menjaga diri

Di dalam konteks modern, pustaka menyebut bahwa Surah Al-Isrāʼ menjadi inspirasi bagi mereka yang aktif berdakwah: ia mengingatkan bahwa dakwah dimulai dari perubahan diri, dari tata nilai yang kuat, dan hasilnya bisa menembus masjid dalam hati setiap manusia.
Dengan demikian, membaca surah ini bisa menjadi motivasi agar kita tidak cepat menyerah, tapi bangkit dengan iman dan integritas.

3. Cara Mengamalkan Surat Al-Isrāʼ dalam Kehidupan Sehari-hari

Agar fadhilah Surah Al-Isrāʼ tidak hanya menjadi bacaan literatur, melainkan perubahan nyata dalam hidup, berikut beberapa langkah praktis:

  1. Baca secara rutin dan tadabbur — bukan sekadar menyelesaikan bacaan, tetapi renungkan makna per ayat: “Bagaimana saya berhubungan dengan Allah?” “Bagaimana saya memperlakukan orang tua saya?” “Apakah saya tahu arah hidup saya?”
  2. Mulailah dengan adab sosial yang disebut dalam surah ini — perlihatkan kebaikan kepada orang tua, tetangga, yatim; jaga amanah; hindari kerusakan di muka bumi. Dengan demikian, kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri.
  3. Gunakan surah ini saat malam sunyi — ketika dunia tenang dan pikiran terbuka. Waktu malam menjadi ruang refleksi: perjalanan malam nabi tadi menjadi simbol bahwa perjalanan iman manusia pun bisa malam-hari di dalam hati.
  4. Jadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk bukan hanya bacaan — Surah Al-Isrāʼ mengingatkan bahwa Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk. So, sambil membaca, pikirkan: Bagaimana saya mengamalkan petunjuk ini sehari-hari?
  5. Bagikan makna surah ini kepada orang lain — ceritakan kepada keluarga atau teman tentang nilai yang kamu tangkap; lewat dialog, makna surah akan makin hidup dan memberi manfaat bersama.

Relevansi Surah Al-Isrāʼ di Zaman Modern

Dalam era digital, kita dibanjiri informasi, pemikiran, dan tantangan moral yang kompleks. Surah Al-Isrāʼ hadir sebagai kompas yang menuntun kita supaya tidak tersesat. Ia memberi kerangka: iman, adab, etika, tanggungjawabseluruhnya dalam satu rangkaian.

Ketika kita merasa teralienasi, marah dengan kondisi dunia, surah ini mengingatkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari diri sendiri, dari malam yang sunyi, dari “perjalanan malam” dalam hatimu. Ketika kita merasa bahwa media sosial dan dunia membentuk nilai-nilai kita, surah ini memanggil kita untuk kembali ke nilai yang abadi: keadilan, kebersihan hati, tanggungjawab sosial.

Kisah-kisah kaum terdahulu, janji Allah, perintah sosial—semua itu relevan untuk kita yang hidup di zaman chaos, zaman informasi cepat, zaman yang mudah membuat hati hilang arah. Dengan memahami Surah Al-Isrāʼ, kita tidak hanya mendapat pahala bacaan, tetapi kita membangun fondasi iman yang tangguh.

Surah Al-Isrāʼ adalah surah yang mengajak kita melakukan perjalananbukan hanya secara fisik seperti Isra dan Miraj Rasulullah, tetapi perjalanan dalam hati, dalam malam diri kita, dalam kehidupan yang aktif. Ia menuntun kita untuk menjadi manusia yang tahu arah, penuh adab, dan hidup dengan makna.

Semoga kita dapat membaca Surah Al-Isrāʼ bukan hanya untuk menyelesaikan bacaan, tetapi untuk menyentuh hati, memperbaiki perilaku, memperkuat iman, dan memberdayakan kehidupan kita. Dengan begitu, fadhilah Surah Al-Isrāʼ bukan hanya menjadi catatan di blog atau buku, tetapi menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari.

 

Daftar Pustaka

“Surat Al Isra: Kandungan, Keutamaan, Dan Khasiatnya.” Dream.co.id, 16 Feb 2021. (Dream.co.id)

“Kandungan dan Keutamaan Surat Al Isra, Masya Allah!” Orami.co.id, 4 Jul 2022. (Orami)

“Tadabbur Surah Al-Isrāʼ: Keutamaan Tasbih dalam Surah Al-Isrāʼ. Spirit of Aqsa, 13 Apr 2021. (spiritofaqsa.or.id)

“Al-Israʼ (Wikipedia). Wikipedia. (Wikipedia)

 

Menemukan Cahaya dalam Perjalanan: Refleksi dan Fadhilah Surah Al-Isrā Menemukan Cahaya dalam Perjalanan: Refleksi dan Fadhilah Surah Al-Isrā Reviewed by elisa on Thursday, November 27, 2025 Rating: 5

No comments:

Sahabat

Powered by Blogger.