google-site-verification: google99d00c1a52e95c01.html Yearbook Murahan, Tidak Selalu Murahan - Dunia Imajinasi dan Inspirasi

Yearbook Murahan, Tidak Selalu Murahan


Foto : Ist
Yearbook, tidak selalu diterima di kalangan pelajar. Meski sejumlah sekolah menengah atas menjadikan yearbook ini sebagai bentuk self efication, semacam eksistensi diri.
Kian menjadi trend dikalangan sekolah karena tampilan, desain, dan foto yang lebih menarik dari buku tahunan pada umumnya. Yearbook kini dikemas menjadi lebih menarik. Harga yang ditawarkan pun beraneka ragam. Mulai dari seratus ribu, sampai lima ratus ribu, bahkan ada juga yang nyampai 700 ribunan loh. Tetapi kualitasnya memang sepadan dengan harganya.
Beberapa SMK di Piyungan yearbook dibuat hanya sederhana. Berbentuk seperti buku tulis dan tertulis nama dan profil siswa. Inipn dibagikan kepada pelajar setiap akhir tahun secara gratis, kalo pun membayar tidak hanya sedikit.
Harga mahal, bagi beberapa pelajar yang tinggal di kota harga tidak begitu menjadi masalah. Sebaliknya bagi orang-orang desa harga ini sangat mahal. Nyarisnya, Istilah yearbook, di kalangan pelajar yang tinggal di Desa tidak mengetahui istilah yearbook. Salah satunya pelajar dari SMA di kawasan Karanggayam, Monik mengaku tidak mengetahui apa itu yearbook.
Seperti yang diungkapan pelajar dari SMK Kalasan Sleman ketika di tanya tentang yearbook.
“Oh, kalo maksud yearbook itu buku tahunan? Kalo menurutku buku tahunan tidak harus semahal itu. Sederhana sudah cukup. Lagi pula buku tahunan SMP ku dulu juga tidak pernah dibuka, apalagi di baca. Males mbak!”  Syifa.
Sementara, Dhian, salah satu pelajar dari SMK Muhammadiyah Prambanan memandang yearbook yang dibuat dengan desain, layout dan pemotretan yang menarik memang tampak terlihat cool. Bagus sebagai kenang-kenagan selama di sekolah bersama.
Baginya, penting adanya yearbook semacam ini. Dengan melihat besaran harga, cowok jurusan mesin kelas XII ini mengaku enggan membuat buku tahunan. Mengingat teman sekelasnya mayoritas laki-laki. Yang notabene tidak suka dengan kenarsisan berfoto.
“Yearbook menghabiskan uang ratusan ribu bagiku ngak penting banget, itukan Cuma kebutuhan sekunder. Mending digunakan untuk membayar SPP,” tutur Haris, pelajar SMK 4 Jogja.
Buku tahunan atau yearbook dengan harga mahal dan tampilan yang wah ternyata tidak selalu menjadi trend. Tempat tinggal juga sangat memepengaruhi perkembangan trend. Seperti fenomena yearbook dari sudut pandang lingkungan desa dan kota ini. (Elisa)

dimuat di Tabloid BIAS edisi 3, 2012
 https://www.facebook.com/BiasTeensMedia?ref=ts&fref=ts
Yearbook Murahan, Tidak Selalu Murahan Yearbook Murahan, Tidak Selalu Murahan Reviewed by Elisa ELisa on Monday, December 03, 2012 Rating: 5

No comments:

Sahabat

Powered by Blogger.