google-site-verification: google99d00c1a52e95c01.html KALI OPAK BERBAH : MESKI ANGKER, RAMAI DIKUNJUNGI - Dunia Imajinasi dan Inspirasi

KALI OPAK BERBAH : MESKI ANGKER, RAMAI DIKUNJUNGI


  Jembatan tua dan tampak rapuh di sungai Kali Opak ini memberikan kesan alami. Ditambah pemandangan arus sungai yang jernih. Bebatuan yang bertengger tersebut terbentuk karena aktivitas magma Gunung Api Purba di Watuadek sejak puluhan tahun yang lalu. Lebar sungai ini sekitar 1 meter dengan kedalaman kurang lebih 1-2 meter. Dimana terdapat batu-batuan kars dan pepohonan yang rimbun. Memberikan kesan keteduhan.
Kali Opak ini sering didatangi oleh banyak pengunjung. Meskipun tempat ini jauh dari kebisingan kota, siapa yang menyangka jika Kali Opak yang dulunya ditakuti banyak orang kini menjadi tempat favorit bagi anak-anak muda. Baik sekedar foto bersama dan menikmati kesejukan.

Sungai Kali Opak ini menghubungkan Gunung Merapi dan Laut Selatan. Jadi nama Kali Opak itu panjang, mulai dari bawah Merapi sampai Muara Laut selatan disebut Kali Opak.
Kali Opak yang berada di kawasan Berbah Sleman ini sering dijadikan objek penelitian dari Universitas di Jogja. Hal ini terlihat beberapa kali setiap pagi ramai didatangi mahasiswa jurusan Arkeolog. Tempat ini juga menjadi salah satu tempat pemotretan dan syuting loh. Seperti yang diungkapkan oleh Risa, bahwa ada 'view' tersendiri yang sangat indah, unik dan mengundang hasrat untuk mengabadikannya dalam jepretan lensa.

Dahulu Kali Opak ini dikenal sebagai tempat yang angker. Bahkan sampai saat ini masih dianggap angker. Seperti yang kita lihat, ada dua jembatan. Jembatan kecil dan jembatan besar. Dulu hanya jembatan kecil, kuno inilah yang menjadi jalan utama transportasi. Tahun 1970 banyak pembegalan dan pembunuhan di jembatan kecil ini. Tidak hanya itu, sejak dulu tempat ini sering banyak penampakan.
Senada dengan yang diungkapkan oleh Bapak Suroyo, salah satu penduduk yang tinggal didekat Kali Opak tersebut. “Jujur, sebenarnya tempat itu banyak dedemit yang nakal mbak!”  paparnya saat ditemui wartawan BIAS di rumahnya di dusun watu adek.
Saat Wartawan BIAS mencari informasi tentang Kali Opak, bertemu salah satu jurukunci Kali Opak yang tinggal di dusun watu adek pula. Nenek itu tidak ingin menyebutkan namanya, menuturkan bahwa dua jembatan tersebut dijaga oleh Kyai Seno dan Kyai Setu. Kyai Seno menjaga jembatan tua kecil dan rapuh, sedangkan Kyai Setu menjaga jembatan besar (tidak terlihat oleh mata biasa : hanya orang-orang tertentu yang bisa melihatnya). “Kalo disekitar jembatan memang banyak dedemitnya. Mereka tidak menganggu, asalkan saat bermain di kawasan tersebut harus uluk salam dan tidak neko-neko,” tambahnya.

Meskipun banyak rumor negatif tentang Kali Opak, tempat ini tetap menjadi sasaran sebagai tempat yang wajib di kunjungi. Konon batu-batuan disini mengandung fosil-fosil dari masa jaman purba.

Jalur Menuju Kali Opak di Berbah
Tempat ini sudah tidak asing lagi dan mudah dijangkau. Ada beberapa jalur menuju tempat ini.
a.    Arah barat Barat bisa melewati blog O. Dari Blog O ke timur. Jika sudah menemukan pertigaan dekat pabrik rokok sampoerno ambil jalan ke timur sekitar 1-2 km. nanti akan ditemui tempat pemakaman yang pertama, dan ada jembatan. Disitulah tempatnya. Dekat dengan sawah.
b.    Arah Selatan bisa dari persimpangan dekat kids funs ambil kea rah utara. Di ujung jalan akan ditemui pertigaan, ambil timur. Sekitar 300 meter sampai pertigaan dekat pabrik rokok sompoerna. Ambil jalan ke Timur sekitar 1-2 km. nanti akan ditemui tempat pemakaman yang pertama, dan ada jembatan.
c.    Arah Timur bisa lewat dari jalan Piyungan-Prambanan. Nanti di perempatan Balai desa Srimartani ambil ke arah barat. Nanti melewati kawasan gunung Suru. Ada perempatan, ambil kiri jalan sekitar 1 km.
Jika mengunjungi tempat ini akan lebih bagus selepas hujan. Karena banyak pohon-pohonan yang mulai menghijau segar. (Elisa)

Tulisan dimuat di Tabloid BIAS
KALI OPAK BERBAH : MESKI ANGKER, RAMAI DIKUNJUNGI KALI OPAK BERBAH : MESKI ANGKER, RAMAI DIKUNJUNGI Reviewed by Elisa ELisa on Saturday, December 22, 2012 Rating: 5

4 comments:

  1. "KOREKSI"
    batuannya terbentuk bukan karena G. Merapi,, tapi karena aktifitas magma G Api Purba Watuadeg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mas Muh Satrio, sangat membantu sekali. saya benahinya. salam silaturahim :)

      Delete
  2. Mantap!!! Ketoke sepi yo mbak? :D

    ReplyDelete
  3. Dulu sepi mas @Tuxlin sekarang wis mulai rame. mampir mas kalo ke sini...

    ReplyDelete

Sahabat

Powered by Blogger.