Kaya, Bergelar, Berjabatan—Lalu Kenapa Kita Masih Merasa Kurang? : Kalau Hidup Hanya Soal Aku, Apa Benar Itu Menyenangkan?
Apa sih arti hidup buat kamu? Apakah sekedar mengejar ambisi? Memuaskan ego kita terhadap impian, harapan, keinginan yang sifatnya memuaskan dan kepentingan diri sendiri. Jika kita sibuk memikirkan diri kita sendiri, semenarik itukah? Aku rasa, di titik tertentu akan merasa hampa.
Kita ini semua sedang silau dan dimanipulasi oleh perspektif
kita sendiri. Saat masih miskin, kita pasti akan mengupayakan sekuat tenaga dan
berbagai cara agar bisa kaya. Setelah kaya, setahun, dua tahun mungkin kita
akan bahagia. Lebih dari 5 tahun di zona kekayaan itu, apakah kita bahagia? Tidak
bukan? tetap ada masalah dan drama hidupnya bukan?
Atau ketika kita punya obsesi dengan gelar dan jabatan. Sekuat
apapun kita mewujudkannya, ketika gelar di dapat, ketika jabatan tertinggi di
dapat, apakah juga membuat kita bahagia? Puas? Pasti juga kita masih merasa kurang.
Selalu ada yang kurang bukan? karena manusia tidak akan pernah puas.
Hal-hal seperti itu dialami buat kita yang masih memandang
dunia hanya untuk mengejar idealisme. Namun, bagi kita yang memandang dunia
sebagai tempat belajar/tempat sekolah dia akan bisa mengambil pelajaran
hidupnya. Dia tidak terpaku pada apa yang dicapai, tetapi fokus pelajaran apa
yang Tuhan berikan disetiap fasenya.
Sehingga hidup yang kita jalani itu terasa indah,
menyenangkan dan perasaan full feel. Karena orang yang sudah bisa full
feel tahu, masalah juga bentuk kasih sayang Tuhan. Dia juga tahu, ketika diberi
rasa kebahagiaan itu hanyalah sementara. Dimana orang tersebut akan menikmati
setiap momen yang dirasakannya. Rasa yang silih berganti (senang/sedih) dinikmati
dengan sadar dan dihadapi dengan ikhlas, kerena rasa tidak akan abadi, silih
berganti.
Sementara orang yang sudah advance secara spiritual, dia
lebih simpel dalam menjalani hidupnya. Karena mereka menyadari bahwa mereka
hidup di dunia ini sebagai tangan panjang tuhan. Mereka menyadari hidpnya
sebagai jembatan untuk orang lain, menjadi cahaya untuk mahluk di sekitarnya.
Dan sudah sepantasnya kita berbaik sangka kepada SANG
PENCIPTA kita terlahir di bunia ini memberikan dampak untuk sekeliling kita.
tidak melulu berdampak pada sesama manusia. Tetapi ke sesama mahluk ciptaan
Tuhan lainnya yang bersifat bukan manusia. Seperti berdampak pada lingkungan,
pada hutan, pada air, hewan atau pada sejarah leluhur yang terabaikan, bahkan
pada mahluk tak kasat mata yang terjebak di dunia paralel.
Kita tahu bahwa tidak semua mahluk yang hidup di dunia paralel,
yang berdampingan dengan kita itu semuanya jahat. Ada sebagian mahluk yang
terjebak di dunia gaib, mereka belum bisa pulang kesisiNYA. Dan, manusia seperti
kita-kita inilah yang bisa menolong mereka yang terjebak lewat doa. Jika kamu
islam, bisa kita doakan dengan bacaan islam. Jika kamu kristen, kamu bisa
doakan dengan doa kristen dan apapun agama kepercayaanmu.
Mungkin ada sebagian kamu yang ngeyel! Kan arwah yang
terjebak ada yang agama islam, kristen dll. Dan bukankah mendoakan dari agama
yang berbeda itu tidak bisa sampai? Atau ada pula yang mempercayai tidak boleh?
Pasti kalian menanyakan pertanyaan ini bukan?
Terlepas dari sekat agama, kita sebenarnya juga tidak pernah
tahu bagaimana sistem Tuhan bukan? dan di dalam Islam kita di ajarkan ada 99
Asmaul Husna, salah satunya disebutkan Allah memiliki nama “rohman-rohim”. Dan energi
welas alih/kasih sayang ini energinya lebih tinggi. Tuhan pasti tahu kok dan
tuhan tidak sefanatik kita. bukankah agama itu hanya metodologi untuk mengenal
Tuhan?. Jadi, soal mengirim doa untuk arwah-arwah yang terjebak, kita serahkan
kepada sang Rohman-Rohim.
Dan kita juga perlu tahu, bawah “aku”, “kamu” adalah nama ke
100 dari asmaul husna. “Kamu”/”aku” adalah bentuk tajalli (pancaran
sifat-sifat) Allah. Dan sudah sepantasnya kamu memiliki kebaikan, keindahan dan
elokan hati yang baik. karena ingat artikel sebelumnya, bahwa kita ini
digerakan oleh ruh. Dimana ruh ini berasal dari satu sumber yaitu Allah (dalam Islam). Kembali ke doa.
Saat berdoa, kita berdoa dengan bacaan kepercayaan
masing-masing, namun AKSES RASA saat mendoakan adalah RASA KASIH SAYANG dan
Tauhid. Ketika kamu bisa mengakses RASA KASIH SAYANG untuk mendoakan arwah yang
terjebak, tubuhmu akan bergetar/merinding. Kenapa? Karena energi kasih
sayangNYA beresonansi dan mengetarkan seluruh mahluk.
Berbicara mendoakan arwah yang terjebak di dunia ghaib,
mungkin di kepalamu hanya berlaku untuk manusia saja. Padahal, untuk mendoakan
arwah terjebak bisa diperuntukan untuk hewan juga loh. Dan dibandingkan
mendoakan manusia, mendoakan arwah hewan itu bagiku lebih banyak kesempatannya.
Kenapa? Dari pengalamanku, setiap kali aku pergi, aku lebih sering melihat
hewan-hewan tertabrak di jalan raya sampai hanjur.
Inilah moment kita untuk mendoakan arwah hewan-hewan ini
agar bisa kembali kepada cahayaNYA. Dan ini bagiku, ini hal kecil dan kesempatan
besar untuk kita (manusia) melakukan hal baik keseluruh mahluk. Mungkin sampai
di sini, kamu juga masih ngeyel “Kan, hewan itu tidak dihisab atau tidak masuk
surga dan neraka!”. Ya, memang, itu berlaku untuk hewan yang memang sudah los
menerima kematiannya. Jika hewan itu memiliki kemelekatan terhadap dunia, dia
juga terjebak di dunia ghaib dulu sebelum ke Tuhan.
Toh, kita juga tidak tahu bagaimana sistem dan itung-itungannya
juga bukan? kita kan masih kata-katanya juga bukan. tetap mengirimkan doa atas
rasa welas asih, tidak ada salahnya buat kita. Misalpun itu benar apa katamu,
tuhan tetap mencatat niat mulia kita dan itu juga tidak merugikan kita. bahkan
dari hal kecil seperti ini, kadang yang membuatku hidup lebih berarti dan
merasa ada manfaatnya. Karena memang aku tidak memiliki hal yang besar untuk
mengubah negara, keluarga ataupun mengubah sekecamatan. Hanya hal kecil mendoakan
ke sesama mahluk inilah yang bisa ku lakukan. Karena tidak perlu modal apapun.
Agar lebih nendang, mungkin kita perlu membalik nasib. Seandainya,
kita mati dan memiliki kemelekatan terhadap duniawi. Kemudian, keluarga kita
tidak memiliki ilmu kesadaran lebih atau dapat keluarga yang tidak peduli dan
tidak mendoakan kita. Sementara kita, terjebak tidak bisa apa-apa selama
puluhan tahun di dunia ghaib. Kita tidak bisa pulang ke Tuhan karena tidak ada
yang mendoakannya selama puluhan bahkan ratusan tahun. Ah, aku membayangkannya
saja kok ingin mewek ya.
Dan disinilah, kita sebagai manusia yang masih hidup
memiliki kuasa yang luar biasa. Ketika kita mendoakan mereka agar diterima di
sisiNYA, betapa mulianya kita. tapi yang terjadi? Kita terlalu sibuk terhadap
duniawi yang singkat ini. ingat loh, apa yang kamu kejar di dunia ini juga bisa
menjadi bibit kemelekatan yang membuat kita tidak bisa move on dan ingin hidup
di dunia manusia, sementara tubuhmu sudah kadaluarsa, sudah menjadi tanah di
bawah batu nisan.
Dah gini aja tulisan pagi ini. Semoga tulisan ini bermanfaat
ya. Kapan-kapan kita akan bahas topik lain. Akhir kata, semoga seluruh mahluk
berbahagia. (Iruekkawa Elisa)
Reviewed by elisa
on
Tuesday, February 03, 2026
Rating:

No comments: