google-site-verification: google99d00c1a52e95c01.html 4 Kesalahan Jombloer - Dunia Imajinasi dan Inspirasi

4 Kesalahan Jombloer



Bumi yang begitu ramai dan hiruk pikuk terasa sepi, sunyi, senyap dan lenggang bagi mereka yang mencari dayung yang hilang sebelah, terutama bagi para jombloer. Hal-hal yang bisa dilakukan oleh kaum jombloer hanya berandai-andai, misalnya, ketika berjalan, tangan kita digandeng erat berjalan bersama. Sesekali saat lelah menyerang, istirahat bersama. Sesekali saling memandang sekedar tersenyum dan saling menguatkan. Saat letih diperjalanan dan saling berkeringat, saling menyeka keringat. Saat lelah, ada bahu yang siap menjadi sandaran, dan menjadikan sosoknya salah satu semangat untuk terus bertahan.
Kenyataannya, bagi para jombloer masih berjalan sendiri, menyeka keringat sendiri, ketika lelah berteduh dibawah pohon sendiri. Bahkan, saat putus asa tidak ada semangat, satu-satunya alasan untuk membangkitkan diri adalah diri sendiri. Tentu saja, bagi mereka yang menyukai seseorang yang tidak menyukai balik, apalagi beberapa kali dimasa lalu yang hampir sama kasusnya. Mungkin akan bertanya “Bagaimana ya rasanya diperhatikan, disayangi, dicintai seperti yangku rasakan dan berikan?” dan bentuk pertanyaan lain (memang setiap orang berbeda-beda sih inginnya gimana)
Memang di dalam hidup ini manusia hanya sebagai pemain. Penulis skenario dan sutradara adalah Tuhan sang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Seperti salah satu lirik lagu, yang intinya tentang kisah yang bertepuk sebelah tangan. Namannya juga manusia, yang memiliki perasaan. Ketika rindu menyerang, menegur dan mengungkapkannya lah ya. Sebenarnya tahu bahwa perasaannya hanya sepihak. Sebenarnya tahu memang reaksi orang yang tidak memiliki rasa yang sama selalu apa adannya dan datar merespons kita. Sudah tahu begitu, ada juga yang masih terus dicoba dan memaksakan. Dalam kondisi seperti itu, ada beberapa hal yang dirasakan oleh jombloer saat berkomunikasi dengan si target, dan ini nampaknya sering dialami oleh banyak orang yang terjebak dalam kasus yang sama seperti ini

  • Saat mengirim pesan berbau perasaan “korban” hanya di respons seadannya, singkat dan datar.
  • si Korban yang masih dalam hubungan yang masih awal, tidak mempedulikan respon si target. Si korban tetap asyik memancing komunikasi agar tetap berlanjut.
  • Si Korban yang mengetahui dan memahami posisinya sebagai apa dan batasannya. Saat di respons target seadannya, si korban akan berfikir. Setelah itu menyesali telah mengirim pesan/berkomunikasi dengan target. Karena merasa malu dan menjatuhkan harga dirinya sendiri. Apalagi jika yang memulai SMS duluan dengan isi pesan yang sesuatu, ketika direspons seperlunya dan seadannya. (tidak semua orang sih, ada juga yang masa bodoh dengan hal semacam ini)
  • Si korban yang sadar posisi dan batasannya, ketika tahu hubungannya, ia akan pesimis, dan terlanjur malu jika terus menunjukan dan mengungkapkan perasaan secara sepihak, mungkin semacam kayak menodai harga diri kali ya? kemudian memutuskan untuk mundur perlahan dan mencoba membuka hati pada yang lain. Ya, namannya saja mundur perlahan, tidak bisa langsung membalikan telapak tanganlah ya. Semua proses emang.

Sebenarnya masa-masa cinta tidak bersambut adalah masa paling nikmat dirasakan loh. Bahkan, kenikmatan ini bisa dibagikan kepada diri sendiri dan orang lain. Apa saja itu?


  • Kita tahu rasannya diacuhkan, sehingga kita tidak akan mengacuhkan orang lain. Kita menjadi lebih asertif kepada oranglain, agar tidak menimbulkan harapan palsu.
  • Kita bisa merasakan bagaimana tidak dicintai, agar kita bisa menolak orang yang mencintai kita dengan cara yang halus dan pengertian yang baik, agar dia tidak menaruh harapan.
  • Kelak kita akan jauh menghargai pasangan kita. Karena sudah merasakan bagaimana rasanya mencintai dan menyayangi seseorang yang tidak pernah respek ke kita. Ketika kita menemukan pasangan kita yang benar-benar mencintai dan memperjuangkan kita, kita jauh lebih menghormati dan akan menjaganya dengan baik. Kita juga lebih menghargai hati pasangan kita, lebih dari diri kita.
  • Tanpa masa lalu, kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan secara utuh. Karena kebahagiaan itu bisa dirasakan karena perasaan kita yang pernah merasakan “ketidakbahagiaan” di masa lalu.


Itulah hal yang sebenarnya tetap bisa kita nikmati dalam kondisi buruk apapun. Hal terpenting, seringkali orang yang terlanjur jatuh cinta pada satu orang hanya pakai kacamata kuda. Lempeng, lurus, tidak tengok kanan atau kiri. Padahal, saat posisi seperti ini, kita perlu membuka hati, sudut pandang dan teman agar tidak jalan ditempat. Memang setia itu sangat baik, yang menjadi masalahnya adalah, sudah benarkah kesetiaan kita diberikan pada orang yang jelas tidak mampu berkomitmen setia pada kita?. Setialah pada orang yang berani komitmen dan memang memperlakukanmu sebagaimana kekasih yang sesungguhnya. Itu!.
4 Kesalahan Jombloer 4 Kesalahan Jombloer Reviewed by Elisa ELisa on Tuesday, February 17, 2015 Rating: 5

No comments:

Sahabat

Powered by Blogger.