google-site-verification: google99d00c1a52e95c01.html Mempersatukan Allah atau Mengedepankan Logika? - Dunia Imajinasi dan Inspirasi

Mempersatukan Allah atau Mengedepankan Logika?



Foto : Istimewa
“Kenapa seorang muslim jika terkena liur anjing najis, kan nggak jauh-jauh beda sama kucing?” sebuah celetukan dari salah satu teman. Di dalam islam, daging anjing hukumnya haram, liur anjing hukumnya najis. Ada ayat yang lain yang intinya, semua mahluk di dunia ini (tumbuh-tumbuhan, tanaman, batu dan lain sebagainya) diciptakan Allah semuanya bertasbih kepadaNYA. Begitupun dengan beberapa hewan yang disebutkan haram dan najis, mereka tetap berdzikir kepada Allah.
Pernah mendengar kisah tentang ashabul kahfi? Mereka adalah sekelompok pemuda beriman di masa raja Diqyanus di Rom, pada waktu itu masyarakatnya semuanya menyembah berhala. Sekelompok pemuda beriman melarikan diri ke dalam gua demi menyelamatkan iman mereka, di dalam gua inilah ia tertidur. Tak terasa ia sudah tertidur selama 309 tahun, bersama satu anjing yang selalu mengikutinya (Al-kafh). Disebutkan pula Anjing yang najis dan haram dagingnya dijanjikan Allah masuk ke Syurga, padahal ini hewan najis. Yang Ingin disoroti bukan masalah anjingnya yang yang haram dan najis. Bukan!. Bukan bermaksud pula mendeskriminasikan si anjing piaraan yang hina dina, Bukan!. Anjing juga ciptaan Allah, anjing juga bertasbih kepada Allah
Liur anjing pemicu timbulnya banyak penyakit, karena mengandung banyak kuman dan virus berbahaya. Penelitian yang dilakukan di Jerman menunjukkan bahwa 79,7% orang yang menderita kanker payudara kebanyakan mereka yang memelihara Anjing dan sering bersentuhan langsung dengan anjing seperti mencium, memeluk, menggendong, sampai wajahnya di jilati anjing (lihat anjingnya saja penulis sudah manjat pohon). Setiap satu gram bulu anjing terdapat 189 telur ulat ditemukan, dimana seperempat dari hasil tersebut membawa 71 sel telur kuman yang suka menempel di kulit manusia. Hal ini dibenarkan oleh dr. Ian Royt, ternyata satu sel telurnya saja memiliki panjang 1mm. inilah pemicu munculnya banyak penyakit menular.
Di dalam Al Quran seorang muslim disuruh untuk membersihkan diri saat bersinggungan dengan anjing sejak jauh-jauh hari, sebelum ditemukan bahaya anjing secara medis. Islam telah mengajar membersihkan liur anjing menggunakan tanah. Secara ilmu kedokteran membersihkan menggunakan tanah dapat menetralisasi kuman yang menempel dikulit, hal ini disebabkan karena tanah mengandung unsure tetracycline dan tetarolite.
Inilah indahnya Islam dan kemurahan Allah. Ketika diberikan sebuah pertanyaan sederhana “Kamu pilih berkiblat pada logika atau pada perintah Tuhan?”. Jika berkiblat pada logika, padahal perintah Allah dengan logika lebih duluan perintah Allah. Jika berkiblat pada logika, logika tidak memiliki kebenaran 100 persen, sedangkan perintah Allah jaminan kebenarannya. Manusia sering terjebak dengan pertanyaan-pertanyaan yang menuntut logika. Manusia diciptakan oleh Allah, dan Allah lebih tahu banyak tentang siapa diri kita, bahkan DIA juga lebih tahu apa yang baik dan buruk untuk kita. Salah satunya liur anjing najis. Tapi banyak kasus, justru manusia yang seringkali sok tahu dan meyakini logika yang telah dipeliharanya. Manusia lupa bahwa setan selalu mengelabuhi manusia antara yang benar dan yang salah hanya beda tipis. Inilah bentuk dari ujian iman hamba-hamba yang memahami ayat-ayat kauniahNYA.

Referensi :
Al-Qur’an, surat Al-Kafh
Mempersatukan Allah atau Mengedepankan Logika? Mempersatukan Allah atau Mengedepankan Logika? Reviewed by Elisa ELisa on Saturday, April 26, 2014 Rating: 5

2 comments:

  1. ternyata emang banyak kumannya ya, moga aja orang jadi makin yakin perintah Allah yang terbaik untuk umatnya. jadi kalo ada anjuran untuk melakukan kebaikan dan menjauhi hal2 tertentu meski larangannya belum bisa diterima logika saat ini, suatu saat bakal terbukti juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiinn... itulah kenapa Allah menurunkan Al Qur'an dan menurunkan untuk dijadikan petunjuk bagi umat-umatnya. Al Qur'an menurunkan sebuah surat agar dipelajari. karena IA telah memberikan ayat-ayatnya tidak lewat AL Quran, lewat langit dan alam semesta. termasuk menyertakan ayat-ayatnya lewat permasalahan manusia... setiap sudut ada pelajaran yang semakin memperkkuat adannya kekuasaaNYA

      Delete

Sahabat

Powered by Blogger.