google-site-verification: google99d00c1a52e95c01.html QUANTUM MENCINTAI - Dunia Imajinasi dan Inspirasi

QUANTUM MENCINTAI



Ada sahabat yang bertanya pada saya,
“Apakah kau akan bahagia melihat dia menikah dengan orang lain?. Tidakkah hatimu tercabik-cabik?. Kau disakiti masihkah kau memaafkannya?”. Tanya seorang sahabat menohokku.
Sejenak aku terdiam.
“Lalu apa dan bagaimana caramu mencintai seseorang?. Apakah kau akan memaksanya mencintaimu. Jika demikian tujuan anda bukan demi kebahagian kekasih anda, tetapi demi kebagian anda sendiri!. Apakah dengan membenci dan menyalahkannya akan menyelesaikan semua masalah?. Dan apakah semua ini juga harapan dia?”. Jawabku pada seorang sahabat.
“Lalu bagaimana kau bisa berdiri menyembuhkan lukamu?”. Tanya sahabat lagi yang mencoba membujukku bercerita.
“Aku hanya mencoba mengerti pada keadaan. Aku hanya mencoba memahami dan bersahabat pada masalah. Meskipun teramat sulit dan menyakitkan, karena sekarang aku mengalami pada titik maksimum puncak suatu kesakitan. Setelah melalui titik maksimum kesedihan masalah itu akan reda dengan sendiri”.
Seperti dialog diatas, sahabat saya melihat suatu masalah dari sudut pandang diri saya tanpa mengambil dari pihak lawan yang disebut dengan persepsi pribadi. Akibatnya sahabat saya yang marah jengkel dengan keputusanku yang demikian tanpa melihat alasan mengapa saya mengambil keputusan itu.
Kawanku yang dikasihi tuhan, kebanyakan masyarakat umum dalam menyelesaikan masalah menunjukkan bahwa pemikiran kita berada pada susunan kubik yang terkotak-kotak. Kita terjebak dengan perasaan diri kita sendiri. Seringkali kita hanya berfikir pada pihak yang kita rasakan, tidak mencoba melihat dari sudut pandang lawan.
Di sinilah seharusnya kita merubah Paradikma yang salah kaprah. Mencoba memenejemen hati dan berfikir dengan cara pandang yang bijak. Dimana dalam menyelesaikan masalah sangat diperlukan kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual ini terdapat satu kunci yang sangat ampuh yaitu “Keikhlasan”.
“Apakah Itu Ikhlas?”.
Ikhlas adalah kerelaan kita melepas sesuatu yang pernah kita miliki. Penyebab ketidak ikhlasan adalah rasa percaya diri yang berlebih, keterlanjuran pamer pada kerabat, teman yang menyebabkan rasa malu, ketakutan akan mendapat cemoohan dari orang-orang. Kecintaan kita pada sesuatu hal yang sebenarnya tidak perlu disikapi secara berlebihan.
“Lalu bagaimana carannya agar dapat mengikhlaskan maupun melupakannya?”. Tanya kawan lamaku di SMP dulu.
Sahabatku yang menginprisasi hidup saya, tengoklah sebentar seberapa besar kedua orang tua kita berkorban banting tulang demi membesarkan kita. Berapa banyak kesalahan yang anda buat pada ibu anda. Sanggupkah anda menghitung berapa kali ibu anda tidak memarahi anda meskipun jelas-jelas andalah yang bersalah?.
Kawanku yang bermakna, pernah suatu hari sepulang dari aktivitas. Dimeja kamar saya tersedia sepiring nasi dan lauk pauk yang lezat (makanan kesukaanku). Aku makan dengan lahap hingga perut saya benar-benar kenyang. Taukah kau kawan ketika saya masuk kedapur. Hatiku tercabik-cabik melihat di meja makan hanya terdapat nasi tanpa lauk pauk tak selezat yang saya makan.
Segera saya mencari ibu

“Ibu apa yang kau makan hari ini?”. Tanyaku penasaran
Dengan wajah teduhnya dan suara lembut seorang ibu menjawab “ Ya apa yang ada dimeja yang ibu makan”.
Betapa berartinya sentuhan kasih sayang seorang ibu. Inilah gambaran keikhlasan mencintai seorang ibu terhadap putra-putrinya.
Dalam konteks mencintai seseorang kita seharunya juga melakukan seperti apa yang ibu kita lakukan. Mencintai itu memberikan dengan kerelaan tanpa mengharap imbalan dari dia yang kita beri.
Kawan-kawanku yang luar biasa, tidak ada salahnya kita mencintai dia. Sebelum mencintai seseorang, persiapkanlah rompi keikhlasan mencintai. Saat anda sakit karenanya, ingatlah keikhlasan “Sejati” Ibu, ayah dan kakak kita selama ini. Ingat pulalah kepada Kecintaan Tuhan terhadap anda. Berapa kali anda menyekutukan tuhan, berapa kali anda meninggalkan tuhan saat anda merasakan kenikmatan kebahagiaan, kemudian anda kembali pada tuhan saat anda terjatuh remuk redam. Tuhan masih ada untuk anda.
Bagi anda yang sedang merasakan sakit, ingatlah bahwa apa yang telah engkau lakukan tidak sia-sia. Renungkanlah dan ambillah pelajaran. Sesungguhnya didunia ini tidak ada yang sia-sia jika anda mau memaknainya.
Ingatlah bahwa dalam diri anda mempunyai banyak potensi. Jangan biarkan potensi yang anda miliki mati oleh iri dan sakit hati. So!!!. Lampiaskan sesak di dada anda dalam hal-hal yang positif. Yakinlah tidak ada yang luput sebiji zarohpun segala apa-apa yang anda lakukan dimata tuhan.
Berbanggalah bagi anda yang sekarang patah hati, itu pertanda Tuhan akan memberikan yang lebih baik dari yang sekarang. Tuhan memposisikan anda dalam keadaan yang menderita agar anda dapat memaknai arti cinta dan kukuasaan tuhan, bahwa cinta sejati hanya miliki Tuhan.
Mulai saat ini, cintailah sesuatu sekedernya. Tetaplah berdiri pada kedua kaki anda meskipun sebenarnya anda benar-benar tidak mampu. Dalam “Mencintai” tidak ada yang pantas disalahkan. Karena hati digenggam oleh Tuhan sang pengenggam segala-galanya. Mudah bagi tuhan membolak-balikkan hati.
Lihatlah dia kekasih anda yang sudah mempunyai hidup baru. Seharusnya anda bahagia karena dia yang anda cintai bahagia. Tugas anda sekarang, rancanglah masa depan anda lebih baik dari dia. Lakukan yang ingin anda lakukan untuk dapat melupakan. Bangkitlah dari kegelisahan anda yang sebenarnya kegelisahan itu tidak pantas anda gelisahkan. Gelisahkan masa depan anda akibat dari anda memikirkan sesuatu kepastian yang jelas-jelas tidak akan kembali.
Saya berfikir melepaskan lebih baik daripada tetap mempertahankan sebuah hubungan yang sebenrnya tidak baik. Dimana suatu hubungan akan jauh bermakna jika keduanya ada rasa satu sama lain. Bukan perasaan satu pihak yang dipaksakan. Hal yang terlupakan adalah ketika pasangan kita yang saling mencintai sudah tidak mempunyai perasaan sama sekali. Sekali lagi jangan salahkan pasangan anda, setiap hati seseorang sudah di setir oleh Tuhan.
Pojok Motivasi Lewat Catatan Tuhan. by ElisaBerdzikir,
Berfikir dalam roda kehidupan.
Salam Semangat! Dari Saya Elisa
ajang Share demi perbaikan bersama ^_^
http://snowlife-elisa.blogspot.com
QUANTUM MENCINTAI QUANTUM MENCINTAI Reviewed by Elisa ELisa on Wednesday, August 10, 2011 Rating: 5

No comments:

Sahabat

Powered by Blogger.