google-site-verification: google99d00c1a52e95c01.html Bidadari Mimpi - Dunia Imajinasi dan Inspirasi

Bidadari Mimpi

Malam ini hujan begitu lebat, setiap malam desi membantu emak wasiah membungkus tempe-tempe di jual ke pasar. Jarak pasar ke rumahnya pun cukup jauh. 

Keesokan Paginya hujan pun reda. Hanya embun yang tertinggal di dahan-dahan. Desi berangkat sekolah berjalan kaki. Sepatu Desi basah dan bau karena semalam rumahnya bocor. Kaos kakinya juga terlihat buruk dan bolong.

“Sepatu Desi bau!!”. Kata linda. 

Desi tidak menghiraukan ejekan teman-temannya, desi tetap berjalan ke tempat duduk yang ada di belakang.

“Iya bau, sepatunya juga bolong”. Bisik beberapa teman yang duduk di dekatnya

Bel sekolah pun berbunyi. Bu Ida masuk ke kelas menyampaikan matapelajaran bahasa indonesia. 

“Ayo coba siapa yang berani bercerita kedepan akan mendapatkan hadiah dari ibu”. Tawar ibu guru.

Semua anak-anak di kelas itu tidak ada yang maju, dan akhirnya Desilah yang menawarkan diri ke depan bercerita.

“Ih…. Anak busuk maju di depan kelas”. Ejek beberapa temannya.

Ketika Tono dan Wati mengejek Desi bu Ida memberikan hukuman karena berbuat tidak baik kepada temannya. Bel pulang berdering. Anak-anak berhamburan pulang. Beberapa anak masih menatap desi sinis. Dengan menahan tangisan karena ejekan dari teman. Desi tetap berbuat baik kepada mereka.

***

Malam selepas mahrib. Desi membantu emaknya membungkus tempe seperti biasa. Entah kenapa malam ini hujan deras seperti kemarin malam. Lagi-lagi atap rumah bocor. Sehingga sepatu yang tadi pagi di gunakan belum kering, besok pagi mungkin akan di ejek teman-teman lagi.

“Mak, sepatu desi basah lagi. Besok desi membantu emak berjualan di pasar saja ya?”. Pinta desi putus asa
Emak wasiah memandang mata desi dan berkata, “Kamu harus tetap sekolah. Apakah kamu di ejek teman-teman lagi karena sepatu yang bau?”. Desi tidak menjawab.

“Sekarang kamu tidur, besok sekolah. Nanti biar emak dan bapak akan memanggang sepatumu, biar besok pagi bisa digunakan untuk sekolah”. Pinta Mak Wasiah.

***

Desi tidur di atas dipan yang keras. Hanya beralaskan tikar yang kusam. Bantalnya juga sudah lusuh, dan selimutnya hanya selendang yang sobek. Walaupun demikian Desi tetap tidur nyenyak. Dalam tidurnya, desi bermimpi bertemu bidadari. Memakai baju putih seperti putri. Rambutnya lurus panjang dan cantik jelita.

“Selamat malam anak manis. Hari ini di sekolah ada cerita apa. Apakah menyenangkan?”. Tanya bidadari.

“Tadi aku di ejek oleh teman-temanku karena sepatuku bau dan bolong”. Jawab Desi singkat

“Lalu saat itu apa yang Desi rasakan?”. Tanyanya lagi

Kemudian desi duduk di pangkuan bidadari, tubuhnya harum sekali. Rambut Desi pun di belai oleh bidadari, dan berceritalah desi kejadian siang itu.

“Saat teman-teman mengejekku, aku diam. Aku tidak marah dengan teman-temanku, dan aku tidak akan pernah menganggap mereka musuhku. Tapi saat itu aku ingin menangis dengan ejekan teman-teman”. Kemudian desi terdiam sebentar dan meneruskan ceritanya

“tetapi Aku akan tetap sekolah, aku ingin membahagian emak dan bapak, bukan menuruti kemauan teman-teman yang selalu mengejekku”.

Bidadari mengangkat desi dan menurunkannya di tempat tidurnya. Kemudian bidadari jongkok dan berkata kepada desi tepat berhadapan di wajah desi

“Baik kalo begitu. Besok pagi desi harus tetap sekolah, belajar yang rajin. Jangan pernah membenci teman-teman yang pernah nakal kepada kita ya… ingat, semua kebaikan kita, tuhan akan membalasnya”. Kata bidadari, dan tiba-tiba bidadari itu pergi entah kemana. Desi pun terbangun dari mimpi indah itu.

***

Pagi yang cerah. Sebelum Desi berangkat sekolah. Datanglah ibu-ibu mengetok pintu. Kemudian dibukalah pintu itu oleh mak Wasiah.

“Ibu jualan tempe ya. Saya mau beli tempe, tapi tidak punya uang. Saya hanya mempunyai sepatu baru dan kaous kaki ini. Kemarin saat aku membelikan sepatu untuk anak saya, ternyata kekecilan”.

“Oh… boleh-boleh. Ini tempenya. Sebelumnya terimakasih ya ibu”. Jawab emak wasiah.

Akhirnya, pagi itu Desi berangkat sekolah memakai sepatu baru. Teman-teman juga sudah tidak mengejek Desi lagi. Walaupun desi memakai sepatu baru, desi tetap tidak pamer kepada teman-temanya. Desi ingin tetap menjadi anak yang baik walaupun keinginannya terpenuhi.



Ditulis oleh Elisa
Diterbitkan oleh Kedaulatan Rakyat
1 Agustus 2010
Bidadari Mimpi Bidadari Mimpi Reviewed by Elisa ELisa on Wednesday, August 11, 2010 Rating: 5

No comments:

Sahabat

Powered by Blogger.