SIP Studio : Keprihatinan Terhadap Perfileman Indonesia

  SIP Studio merupakan komunitas perfileman yang peduli dengan film karya asli Indonesia. Anggota SIP Studio adalah orang-orang yang berjuang dari bawah sampai menuju kesuksesan bersama. Komunitas ini lahir pada 9 september 2009 yang lalu. Alfat Beryan Iskandar, selaku ketua SIP Studio menuturkan bahwa alasan dibuatnya komunitas ini berawal dari keprihatinan melihat antusias para penonton film buatan indonesia sangat sedikit. Dimana masyarakat lebih bangga melihat film dari luar dibandingkan film buatan anak bangsa.
Foto : Elisa
Upaya meningkatkan rasa cinta terhadap film Indonesia, komunitas ini pun pada 13 Maret 2016 lalu membuka stand di GSP UGM. Salah satunya dengan membuat serangkaian acara untuk menarik minat masyarakat. Kesempatan tersebut menyelengarakan open casting untuk film sang saka dan recruitmen crew untuk umum. Dimana dalam proses pembuatan film ini akan memadukan tekhnologi CGI, yang sumber daya manusianya masih relatif sedikit.
“Dalam acara open casting banyak para pengunjung yang antusias untuk mengikuti nya, tetapi selain acara casting, stand sang saka yang bekerjasama dengan MSV Picture dan putaran film menampilkan trailer film battle of surabaya versi internasional dan kalam-kalam langit the movie,Imbuh Ujar Alfath.
Alfath juga menuturkan sisi lain perfileman di Indonesia. Semakin banyaknya persaingan dan artis baru yang masuk. Bukan berarti Ia dan teman-temannya mengesampingkan konten. Alfath pun merasa bangga dan mendukung penuh perfilman Indonesia yang berkualitas. “Karena perfilman di Indonesia yang berkualitas memang jarang. Kebanyakan mereka lebih mementingkan rating. Bukan berarti semua film jelek. Kita juga tidak kalah keren bisa membuat film yang berkualitas yang lain,” tegasnya.
Berbeda pendapat Endik Koeswoyo, salah satu penulis skenario yang sekarang terkenal dengan judul sinetron 7 Manusia Harimau. Ia mengungkapkan bahwa kenapa industri perfileman membosankan dan itu-itu saja, karena disebabkan kurangnya penulis skenario “Jadi kalo alur dan begitu-begitu saja ya wajar. Satu stasiun televisi aja hanya ada 2-3 penulis,” jelasnya lewat pesan WA.
dengan hadirnya Battle of surabaya, kalam-kalam langit banyak film yang kreatif lain yang luar biasa inilah yang patut di perjuangkan dan menjadi pionir perfilman. Film yang tidak sekedar memberikan tontonan, tetapi juga tuntunan,” harapannya. (Elisa, Dhea)

Diterbitkan, Tabloid Remaja BIAS, Edisi 2 | Th. XXI | 2016

SIP Studio : Keprihatinan Terhadap Perfileman Indonesia SIP Studio : Keprihatinan Terhadap Perfileman Indonesia Reviewed by elisa on Tuesday, November 01, 2016 Rating: 5

No comments:

Sahabat

Powered by Blogger.