Kali ini kita
akan membahas beberapa jenis dan golongan romansa. Ada yang bertepuk sebelah
tangan, ada yang berpacaran/bersambut cintanya, ada friendzone, SMSzone,
OjekZone, dan zone-zone yang lainnya. kali ini kita akan fokus ke hubungan
friendzone. Ada yang tidak tahu makanan apa itu? yang jelas itu makanan ati
yang penuh sensasi nyeri, gurih, manis, pedas dan asin. Waduh-aduh.. bercanda
mulu nih kakak.
Friendzone adalah
hubungan yang satu nganggep temenan, satunya berharap lebih dari teman. Jadi,
ya hampir mirip-mirip dengan TTM “Teman Tapi Mesra”. Hal-hal yang sering
dilakukan oleh mereka yang tersangkut dalam hubungan friendzone adalah sebagai
berikut
·
Suka
ngecek ponsel, Tapi ponsel selalu sepi. Saat ponsel berbunyi, girang tak
kepalang, ternyata sms dari operator dan temannya. Saat itu, biasannya langsung
tak bersemangat membalas dan mengetik sms.
Itu hal yang seringkali dilakan oleh mereka yang masuk
ke zone Friendzone. Berharap dia menghubungimu menanyakan kabar, ngingetin
makan, minum, ngingetin kentut dan sms hal apa saja. Satu kalimat sms darinya
saja mampu membuatmu seneng seperti orang kejatuhan uang 100 juta.
·
Suka kangen
sendiri, natapin fotonya sendiri. Dianya, tak peduli dengan semua yang kita
rasakan.
Hal yang sering dilakukan yang lainnya bagi mereka
yang terjebak dalam friendzone adalah, sering kangen sendiri. ketika kangen,
yang sering dilakukan adalah, memandangi fotonya dia. Senyum-senyum sendiri
membayangkan senyumnya. Kemudian, nangis-nangis sendiri ketika mengingat
realita yang memang sebenarnya menyakiti diri sendiri.
·
Ketika
banyak teman seangkatan sudah pada berpasangan, cuma berbisik sendiri pada
Tuhan “Gue kapan ada orang yang menyayangi dan mencintai gue apa adanya dan
tulus”.
Itulah yang sering dirasakan oleh “penderita” sindrom
friendzone. Semacam “Rasanya dicintai, disayangi orang yang mencintai gue apa
adannya, seperti perasaan yang pernah aku berikan. Senangnya bagaimana ya?”
semacam itulah. Atau ketika melihat apapun di jalan jga sering super sensitif,
misalnya saat melihat sepasang kekasih di jalan “Ih, bahagianya mereka.
Bersyukur mereka menemukan pasangannya”. Dll.







