Wednesday, September 24, 2014

Cebol Ngayuh Lintang



Malam selalu datang, selalu berharap, seperti cebol yang ingin meraih bintang. Gadis itu memang benar-bemar keras kepala. Entah sampai kapan kepala batunya akan remuk. Semakin lama kasihan aku memandanginya. Setiap bermain berdua, sering sekali ia memandangi ponselnya. Sesekali membuka pesan itu, sejurus kemudian kembali menutup ponselnya lagi. Wajahnya pucat, menyebalkan dan serba tidak enak dipandang. Lebih suka berdiam, sejak itu ia kembali menjadi orang pendiam. 8 tahun yang lalu ia lebih ceria dan ramai. Semakin kesini semakin perlahan berubah menjdi seorang yang lebih banyak diam.
Setiap kali ia dihantam dan tersakiti, ia selalu berubah. Ah, nampaknya gadis itu mulai lelah dan putus asa. Mungkin juga gadis udik itu tengah berfikir. Memikirkan nasibnya, atau sekedar menata hati. Atau bisa jadi gadis ini mendramatisir hidupnya.
Kasihan teman kecilku satu itu. Ia seperti anjing bodoh yang terbuang. Meskipun cukup pintar, dia tidak tahu jalan pulang. Sejak dahulu memang keras kepala, justru sikapnya yang keras kepala itulah, dia terlalu baik untuk orang yang telah menyakitinya. Lihat saja mereka yang telah menikamnya dari belakamg hingga remuk redam, akhirnya di maafkan juga tanpa syarat.
Kemudian si Alif, lelaki cap playboy kakap juga pemberian maaf tanpa syarat diberikannya. Dengan sok keren, si bocah udik tetap menghadiri pernikahan si playboy kelas buaya itu. Seolah tidak tidak pernah disakitinya. Entah hatinya terbuat apa, sehingga begitu mudah mengalah demi dalih "agar kau bahagia". Sinting memang gadis berambut pirang satu ini. Sdh tahu disakiti, masih berani jatuh cinta lagi pada lelaki yang jual mahal dan memiliki gengsi super tinggi, jatuh hati pada teman satu kampus beda jurusan. Seperti yang sebelum-belumnya, berujung pada kekecewaan lagi. Beda kali ini, si sinting temen kacilku kali ini lebih ikhlas dari pengalaman yang lalu.
Ku rasa perjalanan hidupnya berakhir bahagia pada waktu itu. Waktu ketika datang sosok istimewa menghampirinya. Ku lihat kembali rona wajah yang cerah ceria dan bergembira. Meski tidak bercerita banyak, setidaknya rona itu terlihat jelas. Aku ikut merasakan bahagia. Akhirnya si bocah merasakan bagaimana ada seseorang yang mencintainya. Aku mengenal baik karakternya, ia tidak akan menelantarkan seseorang yang telah mmberinya cinta. Hingga akhirnya, ia kembali merasa dipermainkan. Tak bisaku bayangkan, masalalunya pasti kembali menghantuinya. Ah, aq ingin memeluk erat sahabat kecilku pada waktu itu.

Friday, September 5, 2014

Jatuh Cinta? Biasa Aja? atau Temenan? : Jatuh Cinta Adalah Kejatuhan Cinta Bukan Kejatuhan Bom Yang Menghancurkan



Cinta bukan games yang sekedar dijadikan permainan. Setelah itu ditinggalkan begitu saja. Sebagian besar, mungkin sesuatu yang membahas cinta-cintaan itu dianggap kolot dan “nggak banget” atau cenggeng. Perlu digaris bawahi, mempelajari tentang cinta itu penting. Mereka yang tidak mau belajar, dalam menjalin hubungan lebih banyak berantem, terjadi space dan banyak hal kecil yang akan menjadi pemicu pertengkaran. Cinta itu berbicara hati dan perasaan. Tentu saja berbicara soal perasaan dan hati tidak akan pernah habis untuk diulas. Cinta itu bukan permainan yoyo yang dilempar, kemudian ditarik lagi. Cinta juga bukan tarik tambang yang diperebutkan.
Seseorang yang mencintaimu, dia tidak akan rela membuat kekasih atau orang yang dicintainya menangis dan bersedih karenanya. Cinta juga bukan ajang mempertahankan ego siapa yang paling bertahan. Cinta adalah saling memudahkan satu sama lain. Meskipun badai besar, cinta mampu menerjang badai yang datang.
Setiap menusia memiliki keegoan masing-masing. Setiap manusia memiliki ego yang sama-sama besar. Karena cinta, harusnya mampu mengalah. Jika benar itu cinta, ia akan mengalah. Jika sekalipun cinta harus berupa pukulan dan bentakan maupun gertakan, pastikan itu sebuah hanya bagian bentuk cinta. Cinta yang mengingatkan.
Beberapa hari disalah satu akun twitter membahas soal friedzone, dan saya sangat menikmati ulasan friedzone. Didukung oleh beberapa adik angkatan dan teman yang nampaknya banyak yang hampir terjebak dalam hubungan ini. Dari jarak 30 km, ku berikan bendera untuk mereka agar was-wassan dengan jebakan ini. terlepas itu jebakan yang sengaja di buat atau tidak.
Friedzone bukanlah perhubungan yang baik untuk terus diteruskan. Karena salah satu diantara mereka akan ada yang disakiti. Sebaik-baik romansa adalah yang memberikan ketegasan. Sekalipun ketegasan itu menyakitkan pihak yang mencintai. Tetapi itu lebih baik. Terlihat sadis dan kejam, namun jika mampu mehami lebih, justru itu lebih baik. Setidaknya ada ketegasan untuk melangkah, tidak digantung. Kematian yang paling menyakitkan adalah kematian secara perlahan. Begitupun dengan cinta.
Cinta tidak akan pernah mati, selama kita masih mampu mencintai diri sendiri. Cinta juga akan terus bertunas dan tumbuh jika ada cinta yang terpotong/mati. Rasa cinta tidak sesulit dan tidak sesusah yang kita bayangkan. Rasa cinta dalam diri kita itu luar biasa luas dan tak terbatas. Jika rasannya rasa cinta kita habis, mintalah. Yah~ mintalah pada sang pemilik cinta. Ia tidak pernah kehabisan rasa cinta.
Cinta tidak akan pernah habis untuk diulas. Banyak sekali yang mencintai, namun mereka tidak mampu memperoleh cinta. Ada pula yang mencintai secara diam-diam. Adapula mereka saling menyambut cinta yang begitu membahagiakan dan saling bersyukur atas pertemuan cintanya. Namun ada pula mereka yang menemukan cinta mereka, tetapi saling menyalahkan dan saling fokus pada hal luar. Sehingga tidak ada keharmonisan.
Pacaran adalah gaya hdiup yang umum ditemui di Indonesia. Sehingga segala bentuk rasa cinta yang saling bersambut diikat dalam ikatan pacaran. Menyambut cinta tidak harus berpacaran, bukan berarti harus dipendam hanya dirimu dan dirinya yang tahu. Perlu juga untuk diungkapkan. Cinta itu hadir di dalam hati tanpa permisi, cinta itu datang dan masuk ke hati dengan cara yang sederhanaa, namun kebanyakan manusia mempersulit. Mempersulit sesuatu yang seharusnya sederhana dan mudah.

Bagaimana Cinta Itu Terbentuk?
Pertanyaan ini sebenarnya sangat mudah terjawab, dan setiap orang yang normal, pasti pernah merasakan jatuh cinta. Tentu saja tahu bagaimana rasanya tertarik pada seseorang. Apa yang paling berperan penting dalam proses “jatuh cinta”? pernah mendengar afek yang merujuk pada kekuatan emosi. Manusia memiliki dua emosi, emosi positif dan negatif.